Tulisan ini sudah lama tersimpan di my document, sekarang aku ingin menunjukkannya disini..^_^
Aku
bersyukur kepada Tuhan setiap kali aku mengingat engkau... :)
Siapa
aku?
·
In
The Past
Aku adalah seorang yang pendiam, pemalu dan tidak percaya diri. Aku
seorang yang tidak bisa menerima kritikan dari orang lain, aku menganggap bahwa
akulah orang terhebat dengan tidak mempunyai cacat sedikit pun. Tetapi itu
hanya perasaanku saja, dan dari rasa membanggakan diri sendiri secara
berlebihan itu membuatku tidak bisa menerima kekalahan atau kegagalan sehingga
ketika aku memperoleh kegagalan maka aku akan terdiam dan merasa malu sendiri.
Dan dari pengalaman ini membuatku menjadi minder karena takut akan membuat
kesalahan lagi. Orang-orang disekitarku juga banyak yang mengatakan bahwa aku
itu anak yang pendiam tapi “smart” itulah kata mereka tentangku. Tapi
sebenarnya di saat aku berada di
tengah-tengah keluargaku, aku bisa membawa suasana menjadi lebih hidup. Aku
hanya berani mengekspresikan diri ketika berada di tengah-tengah mereka,
orang-orang terdekatku. Aku juga seseorang yang mudah mengeluarkan air mata,
ketika aku mendapat sedikit teguran maka tanpa diberi aba-aba pun air mataku
akan jatuh membasahi bumi. Ini mungkin efek dari sifatku yang tidak bisa
menerima kritikan.
·
In
The Present
Aku
yang sekarang sangat berbeda dengan diriku di masa lalu. Aku juga merasa heran
dengan perubahan sifat yang terjadi di dalam diriku. Aku yang sekarang adalah
anak yang periang, ceria, tidak pernah kelihatan murung dan terlihat selalu
semangat (menurut teman-temanku). Aku yang dulunya tidak berani mengeluarkan
pendapat, yang tidak berani bersilat lidah, yang selalu minder jika tampil di
depan kelas apalagi tampil di depan banyak orang yang belum terlalu dikenal.
Semuanya itu sirna. Tapi perubahan ini benar-benar nyata, aku sudah berani
tampil di depan banyak orang bahkan sampai-sampai “tak tahu malu”, aku berani
mengeluarkan ide-ideku. Bahkan sekarang aku sudah bisa bergaul dengan
teman-temanku (bisa menyesuaikan diri), aku merasa lucu ketika aku mengingat
diriku yang selalu minder dan terlalu menutup diri kepada orang lain padahal
ketika kita membuka diri kita untuk menerima orang lain di dalam kehidupan kita
maka pada saat itu kita akan memperoleh sesuatu yang berharga dan sangat
berarti.
Kau
bisa melihat perbedaannya??
Ya,
aku mengalami perubahan. Itu semua karena KITA. KITA telah menjadi orang-orang
terdekat yang memberikan ruang untuk berekspresi. KITA yang memberikan
senyuman, KITA yang memberikan dukungan, KITA yang mau memberi dan berbagi. Aku
juga semakin bertumbuh karena KITA yang merepotkan, KITA yang menjengkelkan,
KITA yang selalu berdebat dan berselisih, KITA yang selalu ingin lari menjadi
aku dan kamu. Itu semua karena KITA. Terimakasih banyak buat Dia yang
mengjinkan aku dan kamu bertemu menjadi KITA. Bersama KITA semua hal menjadi
istimewa. KITA gila bersama, KITA menangis bersama, KITA memecah-mecah dirinya
menjadi aku dan kamu tapi dari hal itulah KITA semakin mengenal dan dikuatkan.
Aku berharap KITA dapat kembali bertemu dan menujukkan hasil dari perjalanan
KITA. KITA akan terus berjuang dan terus ada. Tuhan memberkati KITA (We Are
One-Teologi 2008 UKSW).
KITA
juga dibantu oleh orang-orang yang hebat. KITA dibantu oleh kakak, ayah, ibu,
om, tante, oma dan opa yang datang dalam bentuk dosen-dosen dan staf KITA.
Mereka orang-orang hebat yang turut membentuk KITA. Keakraban, persahabatan dan
kekeluargaan yang mereka tawarkan suatu hal yang sangat berharga yang dapat
membentuk pribadi-pribadi yang hebat. Bersyukur pernah mengenal mereka dan akan
terus mengingat jasa mereka. Kiranya Tuhan memberkati dan memampukan bapak ibu
sekalian untuk dapat terus menjadikan Teologi sebagai rumah bagi
mahasiswanya... :)
Harapanku sangat besar untuk dapat bertemu kembali denganmu, bercanda denganmu dan menikmati hari denganmu. Sampai ketemu.. ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar