Kesal-Kangen
Sakit-Sehat
Tawa, Canda- Air Mata
Lelah-Semangat
Rasa yang berlawan tapi bisa datang bersamaan. Itu yang kurasakan ketika aku berada disini, Pos Pengungsian. Yup, pos pengungsian yang sudah seperti rumah bagiku. Hampir 5 bulan lebih berada disini, kami sudah saling mengenal dan saling tahu.
Kami tertawa bersama, kami bekerja bersama, kami juga bersenang-senang bersama.
Hari Minggu, 23 Maret 2014 aku bersama dengan keluarga baruku pergi untuk rekreasi bersama. Setelah hampir 5 bulan berada di pos pengungsian, ini adalah pertama kalinya kami pergi rekreasi bersama.. :)
Kami rekreasi ke sebuah daerah yang bernama Sukamakmur. Disana kami mencari ikan bersama di sebuah kolam yang sengaja dikeringkan (dalam bahasa Karo kami menyebutnya ndurung..hehe). Seperti biasanya, saya suka dengan kehebohan, saya berjingkat di dalam lumpur, saya melompat-lompat sambil mencari-cari ikan di dalam lumpur tersebut. Saya juga perang lumpur dengan adik-adik, seluruh badan sudah dilumuri lumpur. Rambut lengket penuh kumpur. Saya senang, saya menikmati hari itu. Saya menikmati kebersamaan dan kegilaan dengan adik-adik juga.
Saat sedang serius-seriusnya mencari-cari ikan, saya merasakan sesuatu di kaki saya. Ouchh.. Ada rasa perih dan seperti ada yang koyak. Saya mengangkat kaki saya dan melihat kaki saya robek -atau apalah bahasanya-, saya bingung, saya agak cemas dan tetap heboh (bawaan orok kali ya, jadi tetap heboh). Ada rasa sakit tapi tidak ada tangisan. Nora (istri Pendeta) yang kebetulan ikut dalam acara rekreasi tersebut membawa kami ke rumahnya yang kebetulan disana juga ada mini klinik-nora tersebut seorang bidan-. Kaki saya dijahit, sekali lagi DIJAHIT. Rasanya... Hmmmm, lebih sakit saat di bius sih..hehehe Baru sadar itu pertama kalinya saya berteriak karena rasa sakit..hahaha
Saya bangga melihat bekas luka itu, aneh kan?? Tapi memang itulah yang saya rasakan.
Sampai saat ini kaki saya masih belum bisa diperlakukan dengan sesuka hati seperti biasanya-lari, lompat, jalan kesana kemari-. Harus diaaaaaaaaaamm. Dan itu sangat membosankan..:/
Tapi satu yang kusadari, keluarga baruku di pos pengungsian ini sangat memperhatikan aku. Saat aku berjalan tertatih ingin ke kamar mandi, anak-anak berebut mengejarku dan menuntunku. Saat mereka melihat aku tertatih, mereka menawarkan sejuta resep pengobatan agar kakiku cepat sembuh. Saat mereka melihat aku tidur siang, mereka berpikir aku demam karena keadaan kakiku. Mereka menunjukkan perhatian mereka dengan berbagai cara. Bahkan ada juga yang bercanda, menirukan cara berjalanku yang tertatih. Walau begitu, aku tahu itu cara mereka menghiburku.. ^_^
Well, walau agak lelah dan terkadang sudah bosan berada disini selalu ada cara-cara unik Tuhan untuk menujukkan keindahan dan perhatian yang pada akhirnya menjauhkan rasa lelah dan bosan itu. Aku menikmati hari-hariku di posko ini, aku menikmati hari-hariku bersama mereka. Ini kesempatakan luar biasa yang dapat kurasakan. Terimakasih banyak, terus mampukan kami memberikan yang terbaik di posko ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar