Jumat, 28 Maret 2014

Tentang Kamu, Tentang Kita, Tentang Aku

Tulisan ini sebenarnya aku tulis sebagai tulisan kesan pesan tentang fakultas dan segala isinya termasuk mereka yang telah menjadi saudara di dalam Teologi 2008 (We Are One)..
Tulisan ini sudah lama tersimpan di my document, sekarang aku ingin menunjukkannya disini..^_^



Aku bersyukur kepada Tuhan setiap kali aku mengingat engkau... :)
       Siapa aku?
·         In The Past
Aku adalah seorang yang pendiam, pemalu dan tidak percaya diri. Aku seorang yang tidak bisa menerima kritikan dari orang lain, aku menganggap bahwa akulah orang terhebat dengan tidak mempunyai cacat sedikit pun. Tetapi itu hanya perasaanku saja, dan dari rasa membanggakan diri sendiri secara berlebihan itu membuatku tidak bisa menerima kekalahan atau kegagalan sehingga ketika aku memperoleh kegagalan maka aku akan terdiam dan merasa malu sendiri. Dan dari pengalaman ini membuatku menjadi minder karena takut akan membuat kesalahan lagi. Orang-orang disekitarku juga banyak yang mengatakan bahwa aku itu anak yang pendiam tapi “smart” itulah kata mereka tentangku. Tapi sebenarnya di saat aku berada di tengah-tengah keluargaku, aku bisa membawa suasana menjadi lebih hidup. Aku hanya berani mengekspresikan diri ketika berada di tengah-tengah mereka, orang-orang terdekatku. Aku juga seseorang yang mudah mengeluarkan air mata, ketika aku mendapat sedikit teguran maka tanpa diberi aba-aba pun air mataku akan jatuh membasahi bumi. Ini mungkin efek dari sifatku yang tidak bisa menerima kritikan.
·         In The Present
Aku yang sekarang sangat berbeda dengan diriku di masa lalu. Aku juga merasa heran dengan perubahan sifat yang terjadi di dalam diriku. Aku yang sekarang adalah anak yang periang, ceria, tidak pernah kelihatan murung dan terlihat selalu semangat (menurut teman-temanku). Aku yang dulunya tidak berani mengeluarkan pendapat, yang tidak berani bersilat lidah, yang selalu minder jika tampil di depan kelas apalagi tampil di depan banyak orang yang belum terlalu dikenal. Semuanya itu sirna. Tapi perubahan ini benar-benar nyata, aku sudah berani tampil di depan banyak orang bahkan sampai-sampai “tak tahu malu”, aku berani mengeluarkan ide-ideku. Bahkan sekarang aku sudah bisa bergaul dengan teman-temanku (bisa menyesuaikan diri), aku merasa lucu ketika aku mengingat diriku yang selalu minder dan terlalu menutup diri kepada orang lain padahal ketika kita membuka diri kita untuk menerima orang lain di dalam kehidupan kita maka pada saat itu kita akan memperoleh sesuatu yang berharga dan sangat berarti.
Kau bisa melihat perbedaannya??
Ya, aku mengalami perubahan. Itu semua karena KITA. KITA telah menjadi orang-orang terdekat yang memberikan ruang untuk berekspresi. KITA yang memberikan senyuman, KITA yang memberikan dukungan, KITA yang mau memberi dan berbagi. Aku juga semakin bertumbuh karena KITA yang merepotkan, KITA yang menjengkelkan, KITA yang selalu berdebat dan berselisih, KITA yang selalu ingin lari menjadi aku dan kamu. Itu semua karena KITA. Terimakasih banyak buat Dia yang mengjinkan aku dan kamu bertemu menjadi KITA. Bersama KITA semua hal menjadi istimewa. KITA gila bersama, KITA menangis bersama, KITA memecah-mecah dirinya menjadi aku dan kamu tapi dari hal itulah KITA semakin mengenal dan dikuatkan. Aku berharap KITA dapat kembali bertemu dan menujukkan hasil dari perjalanan KITA. KITA akan terus berjuang dan terus ada. Tuhan memberkati KITA (We Are One-Teologi 2008 UKSW).
KITA juga dibantu oleh orang-orang yang hebat. KITA dibantu oleh kakak, ayah, ibu, om, tante, oma dan opa yang datang dalam bentuk dosen-dosen dan staf KITA. Mereka orang-orang hebat yang turut membentuk KITA. Keakraban, persahabatan dan kekeluargaan yang mereka tawarkan suatu hal yang sangat berharga yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang hebat. Bersyukur pernah mengenal mereka dan akan terus mengingat jasa mereka. Kiranya Tuhan memberkati dan memampukan bapak ibu sekalian untuk dapat terus menjadikan Teologi sebagai rumah bagi mahasiswanya... :) 

Harapanku sangat besar untuk dapat bertemu kembali denganmu, bercanda denganmu dan menikmati hari denganmu. Sampai ketemu.. ;)

Kamis, 27 Maret 2014

Aku Menikmati Hariku Disini

Kesal-Kangen
Sakit-Sehat
Tawa, Canda- Air Mata
Lelah-Semangat

Rasa yang berlawan tapi bisa datang bersamaan. Itu yang kurasakan ketika aku berada disini, Pos Pengungsian. Yup, pos pengungsian yang sudah seperti rumah bagiku. Hampir 5 bulan lebih berada disini, kami sudah saling mengenal dan saling tahu.
Kami tertawa bersama, kami bekerja bersama, kami juga bersenang-senang bersama.
Hari Minggu, 23 Maret 2014 aku bersama dengan keluarga baruku pergi untuk rekreasi bersama. Setelah hampir 5 bulan berada di pos pengungsian, ini adalah pertama kalinya kami pergi rekreasi bersama.. :)
Kami rekreasi ke sebuah daerah yang bernama Sukamakmur. Disana kami mencari ikan bersama di sebuah kolam yang sengaja dikeringkan (dalam bahasa Karo kami menyebutnya ndurung..hehe). Seperti biasanya, saya suka dengan kehebohan, saya berjingkat di dalam lumpur, saya melompat-lompat sambil mencari-cari ikan di dalam lumpur tersebut. Saya juga perang lumpur dengan adik-adik, seluruh badan sudah dilumuri lumpur. Rambut lengket penuh kumpur. Saya senang, saya menikmati hari itu. Saya menikmati kebersamaan dan kegilaan dengan adik-adik juga.
Saat sedang serius-seriusnya mencari-cari ikan, saya merasakan sesuatu di kaki saya. Ouchh.. Ada rasa perih dan seperti ada yang koyak. Saya mengangkat kaki saya dan melihat kaki saya robek -atau apalah bahasanya-, saya bingung, saya agak cemas dan tetap heboh (bawaan orok kali ya, jadi tetap heboh). Ada rasa sakit tapi tidak ada tangisan. Nora (istri Pendeta) yang kebetulan ikut dalam acara rekreasi tersebut membawa kami ke rumahnya yang kebetulan disana juga ada mini klinik-nora tersebut seorang bidan-. Kaki saya dijahit, sekali lagi DIJAHIT. Rasanya... Hmmmm, lebih sakit saat di bius sih..hehehe Baru sadar itu pertama kalinya saya berteriak karena rasa sakit..hahaha
Saya bangga melihat bekas luka itu, aneh kan?? Tapi memang itulah yang saya rasakan.
Sampai saat ini kaki saya masih belum bisa diperlakukan dengan sesuka hati seperti biasanya-lari, lompat, jalan kesana kemari-. Harus diaaaaaaaaaamm. Dan itu sangat membosankan..:/

Tapi satu yang kusadari, keluarga baruku di pos pengungsian ini sangat memperhatikan aku. Saat aku berjalan tertatih ingin ke kamar mandi, anak-anak berebut mengejarku dan menuntunku. Saat mereka melihat aku tertatih, mereka menawarkan sejuta resep pengobatan agar kakiku cepat sembuh. Saat mereka melihat aku tidur siang, mereka berpikir aku demam karena keadaan kakiku. Mereka menunjukkan perhatian mereka dengan berbagai cara. Bahkan ada juga yang bercanda, menirukan cara berjalanku yang tertatih. Walau begitu, aku tahu itu cara mereka menghiburku.. ^_^
Well, walau agak lelah dan terkadang sudah bosan berada disini selalu ada cara-cara unik Tuhan untuk menujukkan keindahan dan perhatian yang pada akhirnya menjauhkan rasa lelah dan bosan itu. Aku menikmati hari-hariku di posko ini, aku menikmati hari-hariku bersama mereka. Ini kesempatakan luar biasa yang dapat kurasakan. Terimakasih banyak, terus mampukan kami memberikan yang terbaik di posko ini.