W.A.O (We Are One).. ^_^
Wao bisa jadi sebuah ungkapan yang keluar dari mulut kita ketika kita kagum akan suatu hal. Waoooooooo.... Ungkapan kekagumanku juga ketika aku bersama dengan teman-teman Teologi 2008 UKSW, ungkapan ini bukan hanya saat aku ada diantara mereka tapi juga terucap saat aku tak bersama mereka, saat aku memikirkan tentang mereka. Bagi Teologi 2008 wao bukan hanya sebagai ungkapan kekaguman tetapi juga sebutan untuk angkatan 2008 ini, yang berarti We Are One. Istilah ini terinspirasi dari sebuah lagu yang khusus menjadi lagu angkatan Teologi 2008 dengan judul yang sama yaitu We Are One. Istilah ini sah menjadi sebutan untuk angkatan 2008 ketika angkatan 2008 mempersembahkan sebuah pujian saat ibadah Fakultas Teologi. Kami angkatan 2008 akan menyanyikan lagu We Are One dan petugas ibadah pada saat itu menanyakan "nanti kami panggil vocal group apa kak?" Kami menjawab"WAO aja" Mereka membalas "WAOoooo..". "Ya, itu artinya WE ARE ONE"..
Banyak hal indah, pahit, menjengkelkan, menyenangkan, mengharukan, menegangkan bahkan sampai kehilangan yang kami alami dalam angkatan ini. Semua itu menjadi bumbu yang mempersedap dan memperlengkapi masing-masing anggota WAO bahkan memberntuk kepribadian WAO. Waktu kurang lebih 4 tahun yang ku jalani bersama mereka terasa sangat singkat, rasa-rasanya ingin terus bersama dengan mereka. Mereka itu sehangat keluarga sedekat sahabat yang dapat membuat engkau nyaman, yang membuatmu tetap mau berdiri saat engkau jatuh, yang mau memberi saat engkau merasa kurang. Hmmmmmmmm, pokoknya WAO itu memang waooooooooooo... (y)
Tetapi tidak mungkin bagi kami untuk terus bersama, kami harus mengabdikan diri kami beserta ilmu, pengalaman, kemampuan yang kami miliki ke tempat-tempat dimana Tuhan menempatkan kami. Perpisahan ini terasa berat tetapi seperti kata seorang dosen kami "kamu memang harus pergi dan berpisah agar kamu bisa menunujukkan buahmu" (intinya seperti itu, tepatnya lupa..hehehe). Well, sekarang kami telah menjalani hari-hari kami di tempat yang berbeda bahkan di waktu yang juga telah berbeda tapi aku yakin kami masih tetap memiliki ikatan, kami tetap saling mendukung karena WE ARE ONE... \(^_^)/
oh iya, aku memiliki sebuah tulisan yang aku buat setelah beberapa hari ada di kampung halaman (setelah lulus kuliah dan wisuda serta harus kembali ke rumah).. Ini dia
Hari-hari di Dunia NyataHari pertama yang kujalani tanpamu tampaknya aman-aman saja, tidak ada kekhawatiran apalagi ketakutan. Everything is OK seperti yang ada dalam sebuah lirik lagu. Ah, padahal aku pikir sebelumnya aku betul-betul tidak akan bisa melanjutkan hidup; ketika aku jauh darimu seperti yang diceritakan mereka yang telah lebih dahulu menjalaninya.Aku tiba di rumah ini, disambut dengan senyuman dan kehangatan. Tebak, ada mereka yang menanti kedatanganku. Bahkan mereka sanggup duduk bercerita denganku sampai pagi. Mereka benar-benar telah menghapusmu dari pikiranku. Saat itu aku tidak ingat dirimu. Aku memang menerima pesan darimu tapi aku tidak terlalu memasukkannya dalam hati, aku menganggap itu pesan biasa.Keesokan harinya, aku bahkan kembali sangat berbahagia berada di dekat mereka. Tapi tahukah kamu?? Aku tiba-tiba mengingatmu dan mengharapkan aku ada di tengah-tengahmu atau kau yang ada di sini. Yang aku mau kita berada di tempat yang sama. Aneh.. aku bahagia bersama mereka tapi aku masih tetap mengingatmu. Aku merindukanmu. Aku merindukan suaramu, kegilaannmu bahkan caci makimu. Aku benar-benar ingin kembali bersama denganmu.Keinginanku untuk bersamamu bertambah besar ketika aku mendapatkan pesan darimu “Kapan lagi kita bisa ketemu??”. Kau tahu, hatiku hancur membaca pesan tersebut. Aku berteriak. Kapan aku bisa melihatmu, kapan aku bisa mendengar suara, kapan aku bisa menikmati candamu?? Aku tahu sangat sulit untuk bisa menikmati semua itu kembali, aku bahkan sangat takut aku tidak akan melihatmu lagi, aku sangat takut tidak akan menikmati candamu lagi. tapi, kau tidak tahu itu. Kau tidak tahu itu. Aku membalas pesanmu “Jangan begitu. Biarkanlah air mata yang tumpah ini sebagai bentuk pengharapan kita bahwa suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi. persahabatn kan kekal jika Yesus beserta.. :)”.Ketika mengirim pesan ini kepadmu, kau tahu? Aku juga mendapatkan kekuatan, aku kembali berharap bahwa kita pasti akan bertemu kembali suatu saat nanti. Saat itu aku juga mengingat seseorang pernah berkata “memang kamu harus pergi, karena dengan begitu kamu akan berbuah”. Aku di sini, kau di sana atau ntah dimana tapi yang aku tahu kita semua sedang berusaha untuk menghasilkan buah. Mari kita kembali berjuang bersama. Kita memang telah dipisahkan oleh jarak dan waktu tapi ingat hatiku dan hatimu masih terjalin oleh kasih persaudaraan sehingga semangatmu akan menjadi semangatku. Selamat berjuang bagi kita masing-masing. Kita pasti akan bertemu kembali dan akan kembali berbagi bersama.. :)

palyaaaaaaaanggg
BalasHapusaku terharus banget baca tulisan ini apalagi yang bagian atas
"Mereka itu sehangat keluarga sedekat sahabat yang dapat membuat engkau nyaman, yang membuatmu tetap mau berdiri saat engkau jatuh, yang mau memberi saat engkau merasa kurang. Hmmmmmmmm, pokoknya WAO itu memang waooooooooooo... (y)
Tetapi tidak mungkin bagi kami untuk terus bersama, kami harus mengabdikan diri kami beserta ilmu, pengalaman, kemampuan yang kami miliki ke tempat-tempat dimana Tuhan menempatkan kami. Perpisahan ini terasa berat tetapi seperti kata seorang dosen kami "kamu memang harus pergi dan berpisah agar kamu bisa menunujukkan buahmu"
kangen dirimu palyang,
semangat menulis lg pal, ternyata kamu pintar sekali merangkai kata-kata yg berhasil buat mataku berkaca-kaca
Selamat berjuang di sana ya
semoga mimpi kita jadi nyata: bertemu di kursi PGI :)
wwaaaooooooooooooo......
BalasHapuspalllll...........
reaksi saya tidak jauh beda dengan @nonaris..
benar-benar membuat terharu dengn mata berkaca-kaca dan merinding..
pengen teriak atau melakukan hal lain yang hiper tapi tidak bisa coz saya baca tulisan ini di posnet.. (takut satpam liat dari cctv juga ada orang di sebelahku.., hehehehe)
memang bersama WAO salah satu kenangan terindah dalam tahun-tahun hidupku sampai saat ini..^^
Sama @rini saya ju tadi mo nangis di kantor tapi malu ada banyak guru2
BalasHapusjadi cuma mata yang berkaca-kaca
kangeeeeennnnnnn :'( :'(
BalasHapus