Semua persediaan makanan habis?? Santaiiii...
Memilih bahan makanan yang terbaik?? Ya iyalah...
Memberi makan kepada siapa saja yang datang ke rumah walaupun kita tidak mengenal mereka?? Silahkan..
Semua hal tersebut jika terjadi pada hari-hari biasa akan terasa menggangu atau bahkan dianggap merugikan. Tapi tidak jika hal tersebut dilakukan saat kerja tahun. Mungkin kalian akan bertanya "Apa sih kerja tahun??" "Itu bahasa apa ya??"
Kerja Tahun adalah sebuah acara tahunan yang pasti akan dilakukan oleh masyarakat Karo setiap tahunnya layaknya seperti acara tahun baru atau hari-hari raya yang lain. Kerja Tahun ini merupakan ritus peninggalan Hindu, yang dilaksanakan sebelum menanam padi tiba. Dalam ritus ini dibuat penyembahan-penyembahan agar padi yang ditanam dapat memberikan hasil yang mencukupi kebutuhan. [1]
Namun, sekarang kerja tahun bukan lagi dipahami sebagai sarana untuk penyembahan-penyembahan dan sebagainya. Hal ini terjadi karena telah masuknya agama baru ke dalam kehidupan orang Karo seperti Kristen dan Islam. Kerja tahun sekarang ini dijadikan sebagai sarana untuk silaturahmi keluarga atau dalam bahasa Karo disebut dengan Mburo Ate Tedeh. Orang Karo sekarang ini bukan hanya menempati atau berdomisili di wilayah Tanah Karo tapi mereka telah menyeber ke seluruh daerah di pelosok Nusantara seperti di Aceh, Sumatera bagian lain selain Sumatera Utara, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi bahkan sampai di Tanah Papua. Kerja Tahun yang diadakan setahun sekali inilah yang dijadikan sebagai waktu untuk berkunjung kembali ke tanah kelahiran mereka. Saat kerja tahun semua keluarga yang tersebar di seluruh Nusantara tadi akan kembali ke tanah kelahiran dan berkumpul dengan keluarga, reuni dengan teman sekolah atau teman sepermainan, menikmati hiburan ala Karo, menikmati sajian-sajian makanan khas Karo. Kerinduan mereka akan Tanah Karo dan segala isinya akan terbayar saat kerja tahun ini. Mungkin karena itu pula disebut sebagai Mburo Ate Tedeh.
Saat kerja tahun ada satu jenis makanan yang wajib ada yaitu cimpa. Cimpa ini terbuat dari tepung yang di dalamnya ada gula. gula terbuat dari gula aren dan kelapa. Cimpa ini dibungkus dengan daun yang disebut bulung singkut. Makanan khas lain yang wajib ada adalah pagit-pagit. Jika dilihat dari bahan pembuatan pagit-pagit mungkin kita tidak akan berniat untuk memakannya tetapi jika sudah mencobanya kita pasti tidak akan melupakannya dan dijamin pasti ketagihan. hmmmmmmmmm...
oh iya, waktu kerja tahun untuk setiap kampung atau desa di Tanah Karo berbeda-beda, ada yang melaksanakannya di bulan Januari, Maret, Agustus, dll. Kalau di kampung saya diadakan setiap bulan Oktober (baru diadakan 2 hari yang lalu..hehhe).
Kembali ke catatab awal tadi. Kerja tahun bukan hanya ditujukan bagi keluarga dekat saja tetapi bagi siapa saja yang datang ke desa kita boleh menikmati suasana kerja tahun. Mereka bisa memasuki rumah siapa saja yang mereka mau walau tidak kenal, dan tuan rumah pasti akan memberi mereka makan. Hiburan yang sering diadakan saat kerja tahun adalah gendang guro-guro aron. Anak-anak muda dari desa tersebut akan memakai pakaian adat karo dan menari tarian tradisional Karo juga. Setiap orang yang datang ke desa tersebut juga dapat ikut menari. Gendang ini memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin ikut menari.
Nilai-nilai yang dapat dipetik dari Kerja Tahun ini adalah tidak menyimpan rejeki hanya untuk diri sendiri. Kerja Tahun mengingatkan orang Karo untuk peduli kepada orang lain bukan hanya kepada diri sendiri. Kerja Tahun juga sebagai sarana untuk mengucap syukur atas pemberian Tuhan. Tuhan telah memberi maka pemberianNya itu dibagikan juga kepada sesama. Kerja Tahun juga mengingatkan kita tentang kekayaan budaya Karo. Semoga budaya yang indah ini dapat terus terjaga dan dipelihara.. ^_^
Catatan :
[1] Tarigan, Sarjani. Lentera Kehidpan Orang karo dalam Berbudaya.
Ohhh ini toh maksudnya.
BalasHapusaku pikir kerja beneran td pal
makasih ya sudah menambah wawasanku
tahun depan kalo kerja tahun lg aku diundang ya buat makan2 maksudnya :p